Boro-boro cita-cita dan impian, lha  sopan santun, budaya, seni, nilai atau agama aja babar blas. Setiap anak sekolah di negeri ini ketika berangkat fikirannya hanya UN UN dan UN… pendidikan gila!!! Sesat dan menyesatkan!!!

Pembodohan yang mengatasnamakan pendidikan. Anak dan orang tua dibuat lupa pada jiwanya sendiri, pada diri mereka sendiri, pada sangkan paraning dumadi, mereka sibuk melototi angka-angka. Ya angka-angka.

“eh yu, liat nih, anaku si dani pelajaran btq-nya dapet delapan!” teriak seorang ibu-ibu setengah baya pada teman-temannya.

“wah, hebat ya bu” kata teman-temannya.

Dan ketika si ibu tadi sudah di alam kubur dan ia disiksa habis-habisan sama malaikat.

“malaikat, kenapa sih aku di siksa?!!!”

“lha iya… karena ibu banyak dosa…makanya aku siksa. Kok anak ibu nggak kirim doa ato bacaan apa kek? Kan bisa bikin ringan lho siksanya, aku juga capek mukulin ibu terus” kata si malaikat

“nggak tahu. Padahal aku sudah susah-susah nyekolahin dia di SD unggulan, SMP dan SMA standar internasional lho. Duitku ludes kabeh malaikat go nggrepyani anaku. Eh, tapi dulu dia btq dapet delapan lho”

“ha ha ha… ibu ibu, ini nih yang bikin ibu susah dunia akherat. Anak ibu dapet delapan btq-nya?”

“he`eh”

“ibu pernah ndengar dia ngaji?”

Ibu tadi menggeleng

“liat dia bangun malam?”

“nggak”

“pernah dia minta maaf sama ibu?”

“nggak”

“dia bacain yaasin waktu ibu sakaratul maut?”

“nggak, dia masih di luar kota waktu itu”

“nah. Nilai seratus sepuluhpun anak ibu nggak bakal nolong ibu dari siksa!!! Amit ya bu, saya pukul lagi…..”

Iklan